Puisi mengapa senyummu tak abadi

Tatapan mata yang datar.
Wajah yang sendu hampa kosong tak bersuara.
hanya dua bola mata yang terlihat berkedip sesaat
tanpa makna

tiada menerbitkan tawa
tiada pula senyuman menghiasi bibirnya.
Ohh
Alangkah jenuhnya hari ini,,
Melebihi kejenuhan air hujan yang terus turun

mengalir menapaki jalan raya, mengisi ruang tanah
yang berlobang, larut bersama air sungai yang sedari
dulu tiada jernih.
Rasa ini sungguh pilu.
Tanda tanya menghantui pikiran.

Ada apa gerangan ??
hati ini serasa terbentang singgasana yang terbuang.
Duhai langit awan dan bumi
Duhai Bulan bintang dan matahari
ada kah pelangi itu kembali bersinar seperti dulu.

Seperti Ketika kecil ku menemukannya bersama ke
indahan warna warni.
Jika awan hitam menumpuk hingga menutupi ke
indahan itu, kan kututup dua mata ini, biar ku
bayangkan dalam pikiran betapa syahdunya
kesejukan warna itu.

Masih nampak jelas terlihat dalam hayalan
sanubariku.
Senyummu mengalahkan ke elokkan pelangi.
Tawamu membasuh bercak bercak ke gundahan
dalam hati.
Adakalanya sisi sisi indah itu terlihat
Adakalanya pula tak bersahabat.

Semua terjadi begitu saja sungguh tak dapat
kumengerti.
Dimana sesungguhnya letak keabadian senyum
manismu sesaat kita bertemu.

Komentar

Postingan Populer